Luka diabetes dikarakteristikkan sebagai luka kronis yang memiliki waktu penyembuhan lama. Stres berpengaruh besar pada proses penyembuhan luka dimana stress secara langsung mempengaruhi fisik dan sistem tubuh dan secara tidak lansung mempengaruhi perilaku individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan penyembuhan luka diabetes melitus di RSUD Gunung sitoli Kabupaten Nias Tahun 2012.

Metode penelitian menggunakan metode deskriptif korelasi cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 22 orang responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner, lembar observasi dan data dianalisis dengan menggunakan Chi Square.

Hasil penelitian menunjukkan dari 22 orang responden paling banyak berada pada tingkat stress sedang yaitu 9 orang responden (40.9%), diantaranya 8 orang responden (36.4%) mengalami penyembuhan lukanya yang tidak baik. Hasil darianalisis data p value < α (0,003 < 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat stres dengan penyembuhan luka diabetes melitus di RSUD Gunungsitoli tahun 2014.

Terimakasih : ayurvedamedistra

Iklan